AGROWISATA BERBASIS PENDIDIKAN KEARIFAN LOKAL

Authors

  • Arifin Universitas Sebelas April

Keywords:

agrowisata, pendidikan, kearifan lokal

Abstract

Sebagian besar wilayah Jadigede sudah mulai tergenang. Seyogiyanya pemerintah daerah jauh-jauh hari telah menyiapkan pilihan kebijakan tentang pengembangan wilayah sekitar genangan proyek Jatigede khususnya daerah Wado, Pawenang, dan Sirnasari sebagai Agrowisata Budaya dan Kampung Kasundaan berbasis pendidikan kearifan lokal. Pilihan kebijakan tersebut harus mampu memperkuat tradisi dan budaya berbasis pendidikan kearifan lokal secara turun temurun yang menjadi “modal sosial” dan ciri khas masyarakat Kabupaten Sumedang berbasis pendidikan budaya kasundaan. Pengembangan wilayah dapat menggerakan seluruh elemen masyarakat untuk bergerak pada bidang industri pariwisata. Pengembangan suatu wilayah menjadi wilayah agrowisata berbasis budaya, artinya memprioritaskan khususnya pemberdayaan masyarakat lokal dan umumnya masyarakat Sumedang, untuk menumbuhkembangkan rasa percaya diri terhadap kemampuan sendiri dalam meningkatkan kesejahteraan yang berpijak pada budayanya sendiri. Tidak mudah menjadikan suatu kawasan menjadi lokasi yang bisa bernilai agrowisata berbasis budaya. Diperlukan sarana dan prasarana pendukung yang akan menjadikan kawasan ini menarik bagi para wisatawan untuk berkunjung. Namun, yang lebih penting adalah penyiapan masyarakat dalam menghadapi kunjungan orang luar agar budaya mereka yang menjadi ciri khas semakin kuat dan bukan sebaliknya malah tergerus oleh budaya-budaya lain yang dengan deras masuk sebagai konsekuensi dari layaknya sebuah kawasan wisata sebagai tempat para wisatawan lokal dan internasional berkunjung.

Downloads

Published

2022-07-16